Renungan persahabatan.
oleh: Suhendra Jacke & Den Murdani
Kepergian nya, Bung Wendi alias Bung Mondi bukan sekadar kehilangan satu anggota—ini adalah kehilangan satu jiwa yang mengikat rasa dalam tubuh persaudaraan kita. Engkau pergi dengan tenang, seolah mengajarkan bahwa hidup tak perlu riuh untuk menjadi berarti. Dalam diam dan kesederhanaanmu, tersimpan ketulusan yang kini justru terasa begitu lantang menggema di hati kami semua.
Satgas Sebara 83 hari ini belajar dari kehilangan. Bahwa kebersamaan yang kita jalani bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan ikatan batin yang lebih dari sekadar keluarga. Kita tertawa bersama, berjuang bersama, dan tanpa disadari, kita saling menguatkan dalam diam. Dan engkau, Bung Wendi, adalah bagian dari itu—sosok lugu, jauh dari angkuh, yang hadir tanpa banyak kata namun meninggalkan makna yang begitu dalam.
Kepergian nya menyadarkan kita bahwa waktu tidak pernah memberi tanda. Bahwa sahabat terbaik pun bisa dipanggil begitu cepat, tanpa sempat kita bersiap. Maka hari ini, bukan hanya air mata yang jatuh, tapi juga janji yang harus kita jaga—untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah engkau tanamkan.
Al-Fatihah untukmu, Bung Wendi. Semoga segala amal ibadahmu diterima, diampuni segala khilafmu, dan ditempatkan di sisi terbaik-Nya.
Kami yang ditinggalkan akan terus berjalan, membawa semangatmu dalam setiap langkah. Karena sejatinya, engkau tidak benar-benar pergi—engkau hidup dalam kenangan, dalam perjuangan, dan dalam setiap denyut persaudaraan ini,Alfaatihah aamiin.

More Stories
Bangunan SD Negeri Ciganas yang berlokasi di Kampung Ciganas Desa Munjul, kecamatan ciambar dilaporkan ambruk pada Minggu pagi, 3 Mei 2026
Banjir Bandang Terjang Kampung Cibolang, 15 Rumah Rusak Parah
Warga Keluhkan Minimnya Respons Dinas, Rumah Lansia Nyaris Roboh Luput dari Perhatian