Siswa PAUD Terkatung-katung, Belum Miliki Gedung Sendiri
Oplus_131072
Siswa PAUD Terkatung-katung, Belum Miliki Gedung Sendiri
SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan dialami lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TP Seruni I yang berada di wilayah Perum Pondok Cidahu Permai, RT 21 RW 05, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi,padahal lembaga ini sudah berbadan hukum yayasan,namun luput dari bantuan nyata gedung dari pemerintah. Sejak berdiri pada tahun 2019 di bawah naungan Yayasan Seruni Zahara, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan dengan memanfaatkan rumah warga sebagai ruang kelas.
Namun saat ini, rumah yang selama ini digunakan tersebut akan kembali ditempati oleh pemiliknya. Akibatnya, kegiatan pendidikan bagi anak-anak usia dini di lembaga tersebut menjadi tidak menentu. Para siswa pun kini dalam kondisi “terkatung-katung” karena belum memiliki gedung atau fasilitas belajar yang permanen.
menurut salasatu wali murid yang enggan menyebutkan nama nya, Untuk sementara waktu, kegiatan belajar dan bermain dipindahkan ke salah satu madrasah di sekitar lokasi. Sayangnya, tempat tersebut memiliki keterbatasan ruang dan sarana, sehingga tidak mampu menampung seluruh kebutuhan aktivitas pendidikan secara optimal. Kondisi ini tentu berdampak pada kenyamanan dan kualitas pembelajaran anak-anak.
Pihak pengelola PAUD menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah setempat maupun instansi terkait, khususnya dinas pendidikan, dalam membantu penyediaan sarana prasarana yang layak bagi keberlangsungan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
Padahal, keberadaan PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan dasar pendidikan anak sejak dini. Minimnya fasilitas dan dukungan dikhawatirkan akan menghambat proses tumbuh kembang anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa.
Pengelola berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah, dinas terkait, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, agar PAUD TP Seruni I dapat memiliki gedung sendiri yang layak dan representatif.
“Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman. Semoga ada solusi nyata dalam waktu dekat,” ujar salah satu pengurus dengan penuh harap.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pemerataan akses pendidikan, terutama di tingkat usia dini, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama.(red)
