Sentra Berita Rakyat(SEBARA) BUSER NASIONAL.COM— Sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan masyarakat setelah berbagai bangunan yang menelan anggaran besar diduga terbengkalai dan belum difungsikan secara optimal. Kondisi tersebut memunculkan kritik keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan kelompok aktivis daerah.
Aliansi Cicurug Bersatu (A-CIBER) menilai fenomena gedung mangkrak bukan sekadar persoalan teknis pembangunan, melainkan mencerminkan lemahnya tata kelola, pengawasan, serta perencanaan anggaran pemerintah daerah.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian ialah pembangunan Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang disebut telah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah secara bertahap sejak tahun 2019. Namun hingga kini, bangunan tersebut dikabarkan belum berfungsi maksimal dan arah kelanjutannya dinilai belum jelas.
Dalam poster kritik yang beredar di masyarakat, aktivis menyoroti pentingnya transparansi penggunaan anggaran daerah. Mereka menuntut pemerintah membuka informasi secara terbuka terkait progres pembangunan, penggunaan dana, hingga kendala yang menyebabkan proyek tersebut belum dimanfaatkan.
“Uang rakyat bukan untuk proyek mangkrak. Transparansi harus dibuka, akuntabilitas harus ditegakkan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam gerakan sosial tersebut.
Selain gedung pemerintahan, pembangunan Masjid Cisayar Nyalindung yang belum rampung juga menjadi perhatian publik. Bangunan yang diharapkan menjadi pusat ibadah dan kegiatan umat itu disebut belum selesai dibangun dalam waktu yang cukup lama. Sejumlah pihak mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali semangat gotong royong agar pembangunan rumah ibadah dapat dilanjutkan dan dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, organisasi masyarakat SEBARA83 Indonesia turut menyuarakan kritik terhadap maraknya bangunan mangkrak di Sukabumi. Dalam seruan visualnya, mereka menyinggung beberapa proyek yang dianggap terbengkalai, mulai dari gedung pemerintahan hingga pembangunan masjid.
SEBARA83 menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan lembaga pengawas. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pembangunan daerah agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun hilangnya kepercayaan masyarakat.
“Koruptor adalah musuh rakyat. Uang rakyat bukan warisan,” menjadi salah satu slogan yang digaungkan dalam gerakan tersebut.
Aktivis juga mendorong masyarakat agar tidak diam melihat persoalan pembangunan daerah. Mereka mengajak warga untuk aktif mengawasi penggunaan APBD, melaporkan dugaan penyimpangan, serta mendukung upaya penegakan hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan langkah konkret pemerintah daerah dalam menyelesaikan proyek-proyek yang terbengkalai agar dapat dimanfaatkan sesuai tujuan pembangunan dan kepentingan publik.Aliansi Cicurug Bersatu bersama Sebara83 sedang konsolidasi untuk mempertimbangkan Aksi ke Pemda Kabupaten Sukabumi.red

More Stories
HAFLAH AKHIRUSSANAH DAN PELEPASAN SISWA KELAS VI MADRASAH TAKMILIYAH ULA AL-MAHMUDIYAH
SEBARA 83 Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka BGN, Dorong Audit Investigatif SPPG di Kabupaten Sukabumi
GPII Kabupaten sukabumi Apresiasi Kejaksaan Agung RI yang menetapkan 3 tersangka Korupsi Di Pusaran BGN