Aliansi Cicurug Bersatu(A-Ciber) Menggagas Cicurug Bersih Narkoba dan maksiat.
SUKABUMI — Gelombang penolakan terhadap peredaran obat-obatan terlarang dan minuman keras di wilayah Kabupaten Sukabumi terus menguat. Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan persatuan mahasiswa di Sukabumi menyatakan sikap bersama untuk menolak keras segala bentuk praktik peredaran obat keras ilegal serta minuman keras yang dinilai semakin meresahkan masyarakat dan mengancam masa depan generasi muda.
Dalam pernyataan sikap yang berkembang di berbagai elemen masyarakat, mereka juga mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas dan serius dalam membersihkan praktik peredaran obat keras ilegal di wilayah Sukabumi, termasuk mengusut dan menindak oknum-oknum yang diduga membackingi praktik haram tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, tercatat kurang lebih 10 organisasi masyarakat dan persatuan mahasiswa telah menyatakan sikap serta komitmen bersama dengan A-Ciber dalam gerakan penolakan terhadap peredaran obat-obatan terlarang dan minuman keras di Sukabumi
Ketua Aliansi Cicurug Bersatu (ACiber), Sandy Irawan, S.E., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk ikut menjaga lingkungan masyarakat dari ancaman peredaran obat-obatan terlarang dan minuman keras yang dinilai semakin merusak generasi muda.
“Kami sebagai bagian dari elemen masyarakat tidak ingin generasi muda Sukabumi hancur akibat maraknya peredaran obat keras ilegal dan minuman keras. Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum-oknum tertentu yang membiarkan bahkan diduga membackingi praktik peredaran tersebut.
“Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan tidak tebang pilih. Siapapun yang terlibat, termasuk oknum yang membackingi praktik haram ini, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jika masyarakat terus diam, maka kerusakan akan semakin meluas,” tegas Sandy.
Menurutnya, gerakan penolakan yang saat ini dilakukan berbagai ormas dan persatuan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi sosial di Sukabumi.
“Betul, kami sedang melakukan konsolidasi menyikapi persoalan ini sebagai bentuk keprihatinan atas fenomena yang terjadi saat ini. Harapan kami, seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga Sukabumi agar bersih dari peredaran obat keras ilegal dan minuman keras,” singkatnya.
Gerakan moral yang digaungkan berbagai elemen tersebut diharapkan mampu menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum, agar segera mengambil langkah nyata demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Sukabumi.murdani

More Stories
HAFLAH AKHIRUSSANAH DAN PELEPASAN SISWA KELAS VI MADRASAH TAKMILIYAH ULA AL-MAHMUDIYAH
SEBARA 83 Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka BGN, Dorong Audit Investigatif SPPG di Kabupaten Sukabumi
GPII Kabupaten sukabumi Apresiasi Kejaksaan Agung RI yang menetapkan 3 tersangka Korupsi Di Pusaran BGN